2017/12/17

Jenis-Jenis dan Manfaat Barang Tambang

Jenis-Jenis dan Manfaat Barang Tambang

 Jenis-Jenis dan Proses Pemanfaatan Barang Tambang - Bahan tambang dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Lalu apa saja pemanfaatan barang tambang itu?? Antara lain sebagai berikut.

 1. Emas dan Perak untuk bahan perhiasan
 2. Gas alam untuk bahan bakar rumah tangga dan industri
 3. Tembaga untuk bahan kabel dan industri barang-barang perunggu dan kungingan
 4. Seng dan Plumbum untuk atap rumah dan industri rumah tangga
 5. Yodium untuk campuran obat penyakit gondok
 6. Fosfat digunakan untuk bahan bakar industri pupuk
 7. Belerang untuk campuran obat penyakit kulit
 8. Pasir kuarsa merupakan bahan dasar untuk membuat kaca,gelas,dan piring.
 9. Platina atau emas putih untuk perhiasan
 10. Tras untuk bahan semen
 11. Tanah liat merupakan bahan dasar untuk pembuatan batu bata dan gerabah
 12. Intan sebagai bahan perhiasan dan pemotng kaca
 13. Kaolin sebagai bahan pembuat porselin dan keramik
 14. Wolfram untuk industri listrik
 15. Batu gips untuk industri kecil dan untuk membuat alat peraga bidang kedotkeran
 16. Asbes untuk industri bangunan rumah (atap rumah)
 17. Aluminium merupakan logam yang ringan dan kuat dapat digunakan untuk membuat badan pesawat terbang,kapal laut,alat dapur,perkakas rumah tanga,uang logam,dan sebagainya
 18. Besi dapat digunakan untuk membuat jalan kereta api,jembatan,konstruksi bangunan,dan industri mobil
 19. Timah digunakan sebagai bahan untuk membuat akleng,tube,bahan pelapis besi agar tidak berkarat untuk patri.Logam ini sangat lunak sehingga dapat dibuat sangat tipis hampir serupa dengan kertas.Kertas timah dipakai untuk pembungkus rokok dan permen
 20. Batu gamping dan batu kapur banyak digunakan untuk bahan bangunan,bahan utama pembuatan semen dan bahan ikutan pad apeleburan bihig besi.Kapur juga berguna untuk pupuk bagi tanah yang kekurangna zat kapur.Tanah semacam ini banyak dijumpai di daerah bekas rawa.
 21. Batu pualam (marmer) untuk lantai dan pelapis baja
 22. Batu bara sebagai bahan bakar pemberi tenaga dan bahan mentah untuk cat,obat-obatan,wangi-wangian,dan bahan peledak.
 23. Minyak bumi untuk penerangan rumah,tenaga penggerak mesin pabrik,untuk bahan bakar kendaraan bermotor.
 24. Nikel untuk bahan campuran dalam industri besi baja agar kuat dan tahan karat.

2017/12/16

Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan

    Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan - Sejalan dengan otonomi daerah yang diatur dalam UU No.22 tahun 1999 dan PP No.25 tahun 2000,maka pelaksanaan manajemen pembangunan ketahanan pangan di pusat dan daerah diletakkan sesuai dengan peta kewenangan pemerintah.Dalam PP No.68 tahun 2002 tentang ketahanan pangan dalam bab VI pasal 13 ayat 1 tertulis dengan jelas bahwa "Pemerintah Provinsi,Pemerintah Kabupaten / Kota,dan atau Pemerintah Desa melaksanakan kebijakan dan bertanggung jawab terhadap penyelengaraan ketahanan angan di wilayahnya masing-masing dengan memperhatikan pedoman,norma,standar,dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat". Untuk menguatkan peran dan tanggung jawab pemerintah daerah,terhadap kesepakatan bersama Gubernur/Ketua DKP (Dinas Ketahanan Pangan) Provinsi yang mengharuskan merek auntuk mengembangkan berbagai program dan kegiatan ketahanan pangan yang komprehensif serta berkesinambungan dalam rangka memantapkan ketahanan pangan nasional.Program dan kegiatan tersebut menjadi prioritas program pembangunan daerah.


    Berkaitan dengan penurunan proporsi rumah tangga rawan pangan dan penurunan prevelensi gizi buruk yang sekaligus sebagai upaya peningaktan ketahanan pangna dan kualitas sumber daya manusia,peranan pemerintah daerah adalah penting.Mengingat proporsi rumah tangga rawan pangan dan gizi buruk serta potensi di daerah adalah berbeda maka dalam era desentralisasi ini upaya penanggulangan kerawanan pangan harus dimulai dari daerah,yang berarti terwujudnya ketahanan pangan nasional harus dimuali dengan penguatna ketahanan pangan daerah.Namun demikian,perwujudan ketahanan panan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat.Oleh karena itu,partisipasi masyarakat dalam perwujudan ketahanan pangan dan penanggulangan kerawanan pangan sangat diharapkan

    Pemantapan ketahanan pangan dapat dilakukan dengan upaya-upaya,antara lain sebagai berikut.

 1) Peningkatan produktivitas pertanian melalui akselerasi pemanfaatan teknologi sesuai dengan kapasitas sumberdaya masyarkat setempat

 2) Menguatkan jejaring kerja dan komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarkat melalui peningkatan ketahanan pangan rumah tangga

 3) Peningkatan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga dengan mengembangkan komoditas pangan lokal sesuai potensi sumberdaya dan pola konsumsi setempat

 4) Pembinaan dan pendampingan secara intensif dan berkelanutan pada program-program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

 5) Dalam jangka panjang,upaya pemantapan ketahanan pangan dan penanganan rawan pangan di tingkat rumah tangga dapat dilakukan melalui :

  • perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan
  • peningkatan efektivitas program raskin
  • penguatan lembaga pengelolaan pangan di pedesaan
  • menjaga stabilitas harga pangan
  • pemberdayaan masyarakat miskin dan rawan pangan

2017/12/14

Penyebab utama kerusakan terumbu karang

    Kerusakan Terumbu Karang - Dalam sepuluh tahun terakhir ini,kondisi terumbu karang Indonesia mengalami penurunan sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.Penyebab utama kerusakan terumbu karang adalah kegiatan manusia,antara lain sebagai berikut.

  1. Penggunaan racun dan bahan peledak yang merusak sumber daya terumbu karang.Cara penangkapan seperti ini telah terjadi hampir semua lokasi terumbu karang.Selain menghancurkan dan mematikan terumbu karang,banyak ikan atau hewan lain disekitarnya yang bukan merupakan target tangkapan ikut terkena sehingga sumber daya terbuang dengan sia-sia.
  2. Pengambilan dan penambangan karang yang dipergunakan untuk bahan dasar kapur,bahan bangunan,dan diperdagangkan untuk hiasan.
  3. Penangkapan ikan dan biota terumbu karang secara terus menerus dan dalam jumlah yang sangat berlebihan.Hal itu menyebabkan penurunan jumlah dan keanekaragaman jenis sumber daya terumbu karang makin cepat habis sehingga terjadi ketidakseimbangan biologis.
  4. Pencemaran dan pelumpuran yang disebabkan pembangunan di daerah pesisir tidak terkendali.Penebangan hutan dan tumbuhan di sepanjang bantaran sungai mengakibatkan pelimpuran di daerah terumbu karang dan akan mematikan ekosistem ini.

    Selain ancaman utama,penurunan kondisi terumbu karang juga dapat disebabkan oleh pemanfaatan ikan penghuni terumbu karang dan biota lainnya sebagai ikan hias.Akuarium laut sebagai bisnis yang sangat menguntungkan apabila tidak dilakukan dengan hati-hati dan dipantau secara terus menerus akan mengakibatkan kerusakan terumbu karang yang serius.

2017/12/13

Pengertian Registrasi Penduduk

    Pengertian Registrasi Penduduk - Registrasi penduduk adalah pencatatan mengenai data kependuduan yang dilaksanakan secara terus menerus oleh pemerintah mulai dari tingkat terendah,secara terus-menerus oleh pemerintah mulai dari tingkat terendah,yaitu desa atau kelurahan.Registrasi penduduk merupakan pekerjaan rutin pegawai peemrinta (pamong praja) sesuai dengan fungsinya.Pencatatan dilaksanakan secara harian di tingkat desa atau keluraha.


    Pada akhir bulan dibuat rekapitulasi untuk dilaporkan kepada pemerintahan yang lebih tinggi,yaitu tingkat kecamatan,kota/kabupaten,provinsi,dan pusat yang kemudian diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).Laporan yang dibuat pemerintah tersebut berbentuk monografi desa.Keterangan yang ada bukan hanya mengenai data kependudukan,melainkan juga keadaan desa,seperti luas dan penggunaan lahan pertanian,produksi pertanian,sarana dan prasarana,transportasi serta komunikasi,pendidikan dan kesehatan penduduk,juga jenis dan jumlah ternak.

2017/12/12

Dampak Penjajahan di Bidang Sosial Budaya

    Dampak Penjajahan Bangsa Barat pada Masa Pergerakan Nasional hingga Kini di Bidang Sosial Budaya - Praktik kolonialisme bangsa Barat di Indoensia membawa dampak pada kehidupan masyarakat di tanah jajahan yang bisa dirasakan hingga kini.Di antarannya di bidang sosial budaya membawa dampak berikut.

 1) Pembagian Status Sosial Masyarakat
  Pembagian status (kedudukan) sosial pada zaman kolonial Belanda ditetapkan dalam peraturan hukum ketatanegaraan Hindia Belanda (Indische Staatsregeling) tahun 1927.Menurut peraturan tersebut penggolongan penduduk Indoensia,sebagai berikut.

  a. Golongan Eropa dan yang dipersamakan,yaitu

  • Bangsa Beanda dan keturunannya
  • Bangsa-Bangsa Eropa lainnya seperti Portugis,Prancis,Inggris,dan sebagainya
  • Orang-orang bangsa lain (bukan Eropa) yang telah dipersamakan dengan Eropa karena kekayaan,keturunan bangsawan dan pendidikan
  b. Golongan Timur Asing,yaitu golongan yang terdiri dari golongan Cina,Arab,India,Pakistan dan lain-lain.Mereka berada pada lapisan menengah.

  c. Golongan Pribumi yaitu bangsa Indoensia Asli (bumiputera) yang berada pada lapisan bawah

 2) Adanya Pelapisan Sosial
  Dalam masyarakat pribumi dikenal adanya pelapisan sosial berdasarkan status sosialnya,yaitu lapisan bawah,menengah,dan lapisan atas.
  1. Lapisan bawah,terdiri dari rakyat jelata dan merupakan penduduk terbesar dan hidup melarat.Mereka tinggal di desa-desa sebagai petani dan buruh perkebunan,di kota-kota sebagai buruh kecil,dan tukang-tukang.
  2. Lapisan Menengah,meliputi para pedagang kecil dan menengah,petani-petani kaya dan pegawai.
  3. Lapisan Atas,terdiri atas keturunan-keturunan bangsawan atau kerabat raja yang memerintah suatu daerah.Pada umumnya mereka terbagi lagi dalam tingkatan dan gelar sesuai dengan tingat kedekatan hubungan darah mereka dengan raja.Golongan ini biasanya disebut elite tradisional dan elite daerah.

  Disamping elite tradisional muncul juga elite temporer atau disebut juga elite agama.Kedudukan mereka pada lapisan atas sulit untuk diturunakn kepada anak cucunya.Mereka merupakan pemuka-pemuka agama seabgai pemimpin rohani,seperti Ulama,dan Kiai yang sangat berpengaruh tidak hanya di daerahnya,tetapi jauh melampaui batas-batas wilayahnya.Perlawanan-perlawanan daerah terhadap kolonialis dan kapitalis asing maupun terhadap elite tradisional banyak dipimpin oleh elite agama tersebut.