Dampak Tanam Paksa bagi Rakyat Indonesia

    Istilah cultuur stelsel sebenarnya berarti sistem tanaman.Terjemahannya dalam bahasa Inggris adalah cultuur system atau cultivation system.Pengertian dari cultuur stelsel sebenarnya yaitu kewajiban rakyat (jawa) untuk menanam tanaman ekspor yang laku dijual di Eropa.Rakyat pribumi menerjemahkan cultuur stelsel dengan sebutan yang kita kenal hingga saat ini yaitu tanam paksa.Hal itu disebabkan karena pelaksaan proyek penanaman dilakukan dengan cara-cara paksa.Pelanggarnya dapat dikenakan hukuman fisik yang berat.Jenis-jenis tanaman yang wajib ditanam yaitu nila,tebu,teh,tembakau,kapas,kayumanis,kopi,dan merica.
    
    Menurut van den Bosch,tanam paksa didasarkan atas hukum adat yang menyatakan bahwa barang siapa berkuasa di suatu daerah,ia memiliki tanah dan penduduknya.Karena raja-raja di Indonesia sudah takluk kepada Belanda,pemerintah Belanda menganggap dirinya sebagai pengganti raja-raja tersebut.Oleh karena itu,penduduk harus menyerahkan sebagian hasil tanahnya kepada Pemerintah Belanda.

Dampak Tanam Paksa bagi Rakyat Indonesia
   Pelaksanaan sistem tanam paksa memberikan dampak bagi rakyat Indonesia,baik positif maupun negatif.

 a. Dampak Positif
  1) Rakyat Indonesia mulai mengenal tanaman dagang yang berorientasi ekspor
  2) Rakyat Indonesia bisa mengenal teknik menanam jenis-jenis tanaman baru

 b. Dampak Negatif
  1) Beban pajak yang berat
  2) Jumlah penduduk Indonesia menurun
  3) Kemiskinan serta penderitaan fisik dan mental yang berkepanjangan
  4) Pertanian khususnya padi,banyak mengalami gagal panen
  5) Kelaparan dan kematian terjadi di banyak tempat,seperti Cirebon pada tahun 1843 sebagai akibat dari pemungutan pajak tambahan dalam bentuk beras,serta di Demak pada tahun 1848 dan di Grobogan pada tahun 1849-1850 sebagai akibat dari kegagalan panen.
loading...

0 Response to "Dampak Tanam Paksa bagi Rakyat Indonesia"

Catat Ulasan