Pemerintahan Republik Bataaf dan Pembubaran VOC

    Perubahan yang terjadi di Eropa pada akhir abad ke-18 besar pengaruhnya terhadap Indonesia yang sedang dijajah Belanda.Pada tahun 1795,Partai Patriot Belanda yang anti raja,atas bantuan Prancis,berhasil merebut kekuasaan dan membentuk pemerintahan baru yang disebut Republik Bataaf.Republik ini menjadi bawahan Prancis yang sedang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte.Raja Belanda,Willem V,melarikan diri dan membentuk pemerintahan peralihan di Inggris yang ketika itu menjadi musuh Prancis.

Johannes Siberg
sumber : wikipedia
    Setelah VOC dibubarkan pada tahun 1799,tanah jajahan yang dahulu dikuasai VOC diurus oleh suatu badan yang disebut  Aziatische Raad (Dewan Asia.Kekuasaan pemerintahan Belanda di Indonesia dipegang oleh Gubernur Jenderal Johannes Siberg (1801-1804).

    Johannes Siberg seharusnya mencerminkan sifat dari Republik Bataaf yang liberal.Akan tetapi,sebelum resmi berkuasa di Indonesia,ia mengirimkan dua komisaris ke Indonesia,yaitu Naderburg dan Van Hogendrop.Keduanya memiliki pandangan berbeda tentang politik kolonial yang diterapkan.Hal itu terjadi karena berkembangnya paham-paham baru di Eropa sebagai dampak Revolusi Pranci dan Revolusi Industri.Pandangan kedua komisaris tersebut antara lain sebagai berikut.

 a. Naderburg berpandangan konservatif.Ia menganjurkan agar sistem perekonomian yang telah diterpakan VOC tetap dipertahankan
 b. Van Hogendrop berpendirian sangat liberal.Ia menganjurkan pemerintahan dipisahkan dengan masalah ekonomi.

    Perbedaan pandangan antara dua tokoh itu diselesaikan melalui Charter 1804 ,yang merupakan komrpomi dari dua pendirian tersebut.Isi pokok charter tersebut yaitu kebijakan-kebijakan lama yang masih dipandang baik perlu dipertahankan dan bila perlu akan diadakan perubahan-perubahan.

    

0 Response to "Pemerintahan Republik Bataaf dan Pembubaran VOC"

Catat Ulasan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel