Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah - IlmudanInfo

IlmudanInfo

Menyajikan Informasi Pelajaran di Sekolah

Latest Update
Tunggu...

2018/09/19

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Ada beberapa kaidah kebahasaan yang berlaku pada novel sejarah antara lain sebagai berikut.

1. Menggunakan banyak kalimat bermakna lampau
Contoh : 

  • Pasukan-pasukan kerajaan itu telah melaksanakan tugasnya dengan baik
  • Tombak yang digunakanya kala itu adalah tombak paling sakti
2. Menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis,temporal), Seperti : sejak saat itu,mula mula,setelah itu,kemudian.
Contoh : 
  • Sejak saat itu,kedua kerajaan itu bermusuhan
  • Adiknya terluka,kemudian ia disembuhkan oleh tabib
3. Menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material)
Contoh : 
  • Para penyihir itu membaca mantra untuk melakukan ritualnya

4. Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang.Misalnya,mengatakan bahwa,menceritakan tentang,menurut,mengungkapkan,menanyakan,menyatakan,menuturkan.
Contoh :
  • Menurut Sang Raja,musuh yang dihadapinya sekarang cukup sulit
  • Tawanan perang itu mengungkapkan semuanya kepada para penawan
5. Menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental) misalnya,merasakan,menginginkan,mengharapkan,mendambakan,menganggap.
Contoh :
  • Pangeran meningingkan harta yang dimiliki oleh kedua orang tuanya
  • Sang Putri mendambakan calon suami yang gagah dan perkasa
6. Menggunakan banyak dialog.Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda ("...") dan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung

7. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh,tempat,atau suasana.


EmoticonEmoticon