Peran Indonesia dalam Kerjasama Utara Selatan

Pemerintah Republik Indonesia memiliki peran penting bagi terwujudnya dialog Utara-Selatan yang bertujuan untuk meningkatkan daya tawar negara-negara selatan dalam bidang ekonomi.Dalam menciptakan hubungan Utara - Selatan,terlihat sekali peran strategis dari Gerakan Non Blok.

Pada KTT GNB ke X,seperti tertuang dalam Jakarta Massage disebutkan mandat bagi Indonesia sebagai ketua GNB untuk mengambil peran memperjuangkan kemitraan global Utara - Selatan.Indonesia mengeluarkan ajakan dialog dengan Pemimpin G-7 menjelang KTT Utara - Selatan di Tokyo tahun 1933 dan KTT G-7 di Napoli,Italia tahun 1994.

Indonesia meminta kepada Sekjen PBB agar menyampaikan kepada Majelis Umum PBB rekomendasi tentang bagaimana dialog Utara - Selatan yang sedang diupayakan dapat didorong sesuai dengna usul Sekjen PBB mengenai Agenda untuk pembangunan.


Dalam KTT GNB X di Jakarta tahun 1992,salah satu keputusan penting yang diambil adalah perlunya suatu North-South Dialogue (dialog Utara - Selatan).Dialog ini difokuskan pada masalah-masalah perdagangan barang komoditas internasional.

Negara-negara Selatan menginginkan komposisi harga yang adil dari penjualan komoditas tersebut dalam kerangka New Partnershi For Development (kemitraan bagi perkembangan).Dalam dialog Utara - Selatan juga dibicarakan masalah bantuan keuangan bagi negara-negara berkembang dan pengurangan beban utang luar negeri.Bidang pertanian dan industri juga menjadi pokok masalah yang diupayakan untuk dibicarakan.

Dialog yang diharapkan akan tercapai itu ternyata tidak dapat tercapai sehubungan dengan tidak diundangnya Presiden Soeharto sebagai ketua GNB dalam KTT G-7 di Tokyo.Sikap negara maju yang mengabaikan niat baik GNB untuk menyampaikan suaranya dalam kesempatan KTT G-7 di Jepang disesalkan oleh pemerintah RI.

Kerja sama negara-negara kawasan Utara - Selatan terus diupayakan oleh Indonesia.Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Indonesia menjadi anggota G-20 sebuah forum intergovernmental yang dibentuk sejak tahun 1999.Bagi Indonesia klub eksklusif ini merupakan arena bergengsi tinggi di mana Indonesia dapat mencapai kepentingan nasionalnya.Namun,Indonesia juga memahami posisi unik dan tanggungjawab vitalnya untuk mewakili negara-negara berkembang.

Posisi unik yang mendorong Indonesia menjadi wakil dari negara-negara berkembang dalam forum kerja sama ekonomi G-20 adalah sebagai berikut.

  1. Pertama,Indonesia merupakan salah satu negara berkembang karena pertumbuhan ekonominya tercatat cukup penting di antara negara-negara berkembang lainnya dimasukkan dalam kategori emerging economy.Sebagai emerging economy Indonesia mendapat hak istimewa untuk duduk dalam klub tersebut
  2. Kedua,Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat setelah China,Amerika Serikat,dan India
  3. Ketiga,mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan karenany dapat memainkan peran potensial untuk menjembatani perbedaan-perbedaan di antara peradaban dunia.
Keanggotaan Indonesia dalam klub dapat membantu memperbaiki citra tentang perbedaan antara Barat dan Islam,perbedaan antara Utara -Selatan.Upaya Kerja sama Utara - Selatan terus digalang Indonesia.Indonesia turut mengambil peran dalam organisasi APEC.Indonesia berperan dalam pendirian APEC dan hadir pada konferensi tingkat menteri di Canberra 1989.

Pada KTT APEC ke-24 di Vladivostok Rusia,7-9 September 2012,terjadi perpindahan keketuaan APEC dari Rusia ke Indonesia sehingga peran Indonesia dalam mewarnai kerja sama di tingkat regional semakin meningkat dengan puncaknya pada KTT APEC 2013 yang akan diselenggarakan di bali.Tema besar yang akan diusung Indonesia pada KTT APEC tahun depan ialah Resilient Asia Pacific : The Global Engine Growth.

Melalui keketuaan Indonesia pada APEC 2013,peran dan posisi Indonesia dalam kancah internasional semakin strategis.Hal ini tentunya tetap didasarkan pada perjuangan kepentingan nasional dalam forum tersebut.Posisi Indonesia sebagai salah satu di antara sembilan negara APEC yang masuk G-20 sangatlah strategis dalam menjada stabilitas kawasan sekaligus sebagai motor penggerak ekonomi kawasan.

Referensi : Buku Sejarah 3 kelas XII 

0 Response to "Peran Indonesia dalam Kerjasama Utara Selatan"

Catat Ulasan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel