Ketimpangan Sosial Bidang Ekonomi - IlmudanInfo

IlmudanInfo

Menyajikan Informasi Pelajaran di Sekolah

Latest Update
Tunggu...

2018/12/05

Ketimpangan Sosial Bidang Ekonomi

Interaksi yang bersifat positif dapat meningkatkan perekonomian. Sedangkan, interaksi yang bersifat negatif dapat menurunkan kondisi ekonomi. Bentuk ketimpangan sosail yang tergolong dalam ketimpangan sosial ekonomi merupakan ketimpangan yang muncul karena terpengaruh secara langsung oleh faktor ekonomi. Berikut ini contoh ketimpangan sosial di bidang ekonomi.

1. Ketimpangan Sosial antara Pemilih Modal dan Buruh
Buruh dapat dimaknai sebagai seseorang yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan, baik berupa uang maupun bentuk lainnya kepada pemberi kerja, pengusaha, atau majikan. Penggunaan istilah pekerja yang selalu dibarengi dengan istilah buruh menandakan dua istilah tersebut memliki makna yang sama.

Globalisasi berperan besar dalam perkembangan kaum buruh di Indonesia. Adanya pengaruh globalisasi di Indonesia mengakibakan banyak investor asing masuk untuk menanamkan modal. Selain itu, banyak perusahaan luar negeri yang membuka cabang di Indonesia. Realitas ini mengakibatkan berbagai perusahaan transnasional (perusahaan asing) banyak tumbuh di Indonesia.

Rendahnya upah buruh di negara berkembang juga dipengaruhi oleh kenyataan bahwa negara-negara berkembang berusaha menekan upah buruh karena bersaing untuk menarik modal asing. Melimpahnya tenaga kerja yang tidak diimbangi banyaknya lapangan pekerjaan dan semakin meningkatnya kebutuhan hidup, menyebabkan daya tawar tenaga kerja menjadi murah. Artinya, masyarakat tidak memiliki sesuatu yang menjadikan mereka ditawar dengan upah tinggi oleh suatu perusahaan.


Ketimpangan Sosial di bidang Ekonomi

2. Ketimpangan Sosial antara Kelompok Masyarakat Kaya dan Masyarakat Miskin
Untuk menentukan indikator kemiskinan suatu masyarakat itu memang cukup sulit. Oleh karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki teknik tersendiri dalam menentukan indikator kemiskinan. Teknik yang digunakan BPS dengan melihat presentase jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan makanan serta kebutuhan nonmakanan setiap hari per kapita.

Masyarakat menengah keatas lebih cepat menaikkan kelasnya. Sementara itu, jumlah kelompok masyarakat kaya juga semakin meningkat. Pada umumnya mereka bergerak dalam sektor jasa. Sektor jasa berkembang pesat pada era globalisasi. Pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh sektor jasa menjadikan laju pertambahan pendapatan kelompok kaya lebih cepat dibandingkan laju pertambahan kelompok miskin.

3. Ketimpangan Pembangunan yang dipengaruhi Kebijakan Pemerintah
Pembangunan infrastruktur di setiap daerah berbeda-beda. Kondisi itu berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Beberapa daerah di Indonesia belum menikmati pemerataan pembangunan. Akibatnya, transportasi terhambat sehingga mobilitas penduduk dan kegiatan ekonomi tidak berjalan lancar.

Proses pembangunan yang belum merata dan hanya berpusat di daerah tertentu dapat disebut ketimpangan pembangunan. Ketimpangan pembangunan di Indonesia terlihat pada pembangunan di daerah pedesaan dan perkotaan, antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, serta antara pusat-pusat pertumbuhan dan kawasan perbatasan.


EmoticonEmoticon