Pengertian Demokrasi dan Syura - IlmudanInfo

IlmudanInfo

Menyajikan Informasi Pelajaran di Sekolah

Latest Update
Tunggu...

2018/12/08

Pengertian Demokrasi dan Syura

Selama ini, demokrasi diidentikan dengan syura dalam islam karena adanya titik persamaan di antara keduanya. Untuk melihat lebih jelas titik persamaan tersebut, perlu kita pahami pengertian dari keduanya. Ilmudaninfo kali ini akan membahas pengertian demokrasi dan syura.

Demokrasi
Secara bahasa, demokrasi terdiri atas dua rangkaian kata, yaitu "demos" yang artinya rakyat dan "cratos" yang artinya kekuasaan. Secara istilah, kata demokrasi ini dapat ditinjau dari dua segi makna.

Pertama, demokrasi dipahami sebagai suatu konsep yang berkembang dalam kehidupan politik pemerintah, yang didalamnya terdapat penolakan terhadap adanya kekuasaan yang terkonsentrasi pada satu orang dan menghendaki peletakan kekuasaan di tangan orang banyak (rakyat) baik secara langsung maupun dalam perwakilan.

Kedua, demokrasi dimaknai sebagai suatu konsep yang menghargai hak-hak dan kemampuan individu dalam kehidupan bermasyarakat. Dari definisi ini, dapat dipahami bahwa istilah demokrasi awalnya berkembang dalam dimensi politik yang tidak dapat dihindari.

Secara historis, istilah demokrasi memang berasal dari Barat. Namun, jika melihat dari sisi makna, kandungan nilai-nilain yang ingin diperjuangkan oleh demokrasi itu sendiri sebenarnya merupakan gejala dan cita-cita kemanusiaan secara universal (umum, tanpa batas agama maupun etnis).

Sumber : Google
Syura
Menurut bahasa, dalam kamus Mujam Maqayis al-Lugah, syura memiliki dua pengertian, yakni menampakkan dan memaparkan sesuatu atau mengambil sesuatu.

Adapun menurut istilah, beberapa ulama terdahulu telah memberikan definisi syura. Antara lain adalah sebagai berikut.
  1. Ar Raghib al-AShfahani dalam kitabnya Al Mifradat fi Gharib al-Quran, mendefinisikan syura sebagai "proses mengemukakan pendapat dengan saling mengoreksi antara peserta syura".
  2. Ibnu al-Arabi al-Maliki dalam Ahkam al-Quran, mendefinisikannya dengan "berkumpul untuk meminta pendapat (dalam suatu permasalahan) yang peserta syuranya saling mengeluarkan pendapat yang dimiliki".
  3. Definisi syura yang diberikan oleh pakar fikih kontemporer dalam asy Syura fi Zilli Nizami al-Hukm al-Islami di antaranya adalah "proses menelusuri pendapat para ahli dalam suatu permasalahan untuk mencapai solusi yang mendekati kebenaran".
Itu tadi artikel mengenai pengertian demokrasi dan syura, jika sobat Ilmudaninfo kurang jelas, bisa tanyakan di kolom komentar.


EmoticonEmoticon