Sistem Aliansi dan Spionase Perang Dingin - IlmudanInfo

IlmudanInfo

Menyajikan Informasi Pelajaran di Sekolah

Latest Update
Tunggu...

2018/12/05

Sistem Aliansi dan Spionase Perang Dingin

Perang dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan dari konflik-konflik kepentingan dan perebutan supremasi serta perbedaan ideologi antara blok barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan blok timur yang dipimpin oleh Uni Soviet.

Sistem Aliansi
Dalam perkembangan perang dingin muncul bentuk sistem aliansi, baik aliansi yang dilakukan oleh negara-negara blok timur di bawah Uni Soviet maupun aliansi yang dilakukan oleh negara-negara blok barat dipimpin oleh Amerika Serikat. Bentuk sistem aliansi saat itu antara lain sebagai berikut.
  1. Pembentukan Cominform (The Communist Information Bureau) pada tahun 1947
  2. Pembentukan NATO tahun 1949
  3. Perjanjian antara RRC dan Uni Soviet tahun 1950
  4. Pembentukan pakta ANZUS
  5. Pembentukan Pakta Warsawa pada tahun 1955
  6. Pembentukan SEATO (South East Asia Treaty Organization) pada tahun 1954

Sistem Spionase
Kegiatan spionase (mata-mata) juga turut menjadi percaturan politik selama Perang Dingin. Kegiatan spionase tersebut tercermin dari tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh agen-agen spionase kedua belah pihak, yaitu antara KGB (Uni Soviet) dengan CIA (Amerika Serikat). KGB (Komitet Gusudarstvennoy Bezopasnosti) adalah dinas intelejen sipil atau dinas rahasia Uni Soviet, sedangkan CIA (Central Intelligence Agency) adalah dinas rahasia Amerika Serikat yang bertugas mencari keterangan tentang negara-negara asing tertentu.

KGB dan CIA selalu berusaha untuk mendapatkan informasi rahasia mengenai segala hal yang menyangkut kedua belah pihak atau negara-negara yang berada di bawah pengaruh kedua belah pihak. KGB dan CIA juga turut berperan membantu terciptanya berbagai ketegangan di dunia. Contohnya, CIA turut membantu orang-orang Kuba di perantauan untuk melakukan serbuan ke Kuba tahun 1961. Peristiwa itu lebih dikenal dengan insiden Teluk Babi. Di pihak lain, Uni Soviet memberikan dukungan kepada Fidel Castro (presiden Kuba) dalam menghadapi invasi tersebut.


EmoticonEmoticon