Latar Belakang Revolusi Rusia - IlmudanInfo

IlmudanInfo

Menyajikan Informasi Pelajaran di Sekolah

Latest Update
Tunggu...

2017/10/18

Latar Belakang Revolusi Rusia

    Latar Belakang Revolusi Rusia - Pada awal abad ke-20,industri dan pertanian di Rusia maju pesat.Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Tsar Nichilas II yang memamjukan perekonimian dengan jalan meningkatkan produksi pertanian dan memajukan Industri.Namun,di lain pihak Tsar mengekang kehidupan politik rakyatnya.Kemudian muncullah golongan buruh (protelar) yang menuntut hak-hak politik rakyat.


    Pada tahun 1898,George Plekhanov mendirikan Partai Sosialis Demokrat dengan programnya yang moderatmyaitu persamaan dalam hukum,kemerdekaan pers,berbicara,berkumpul,serta perbaikan nasib buruh dan petani.Tujuan ini hendak di capai dengan cara diplomasi politik dan pemogokan.Akan tetapi,kelompok radikal dari parta ini menolak cara diplomasi politik dan menghendaki cara pemogokan.

    Perbedaan strategi dari kedua kubu itu memicu terjadinya perpecahan pada Parta Sosial-Demokrat.Pada Kongres Partai Demokrat dari seluruh dunia pada tahun 1903,Partai Sosialis Demokrat tersebut pecah menjadi dua,yaitu sebagai berikut.

  • Mensyewik (Sosial-Demokrat) yang berhaluan Sosialis.Kelompok ini dipimpin oleh Plekhanov yang kemudian digantikan oleh Kerensky
  • Bolsyewik (Radikal Revolusioner) yang berhaluan Komunis.Kelompok ini dipimpin oleh Vladimir Ulyanov yang dikenal dengan nama samarannya yaitu Lenin.Kemudian digantikan oleh Josef Dschugaschvili yang lebih dikenal dengan nama Stalin
    Terjadinya Revolusi Rusia disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut.
  • Kekecewaan rakyat terhadap pemerintah reaksioner dari Tsar
  • Tuntutan tentang perbaikan nasib buruh dan tani
  • Keinginan rakyat akan pemerintahan yang liberal
  • Kekalahan Rusia dalam Perang Rusia - Jepang pada tahun 1905 melemahkan pemerintahan Tsar sehingga kaum revolusioner berani memberontak
    Pada tanggal 22 Januari 1905,ribuan pekerja berdemonstrasi di depan istana.Mereka beramai-ramai menyanyikan lagu-lagu keagamaan sambil membawa gambar Tsar.Sementara itu,Tsar menolak untuk bertemu dengna mereka.Para Buruh yang tidak agresif ini diterima dengan tembakan,lebih dari 1000 orang meninggal dunia,dan 2000 orang lainnya luka-luka.Peristiwa ini dikenal dengna "Minggu Berdarah" yang menimbulkan kemarahan rakyat.


EmoticonEmoticon