Pengertian, Macam, Contoh, dan Fungsi Stratifikasi Sosial

Pengertian, Macam, Contoh, dan Fungsi Stratifikasi Sosial - Stratifikasi sosial menurut Max Weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan privilese (hak istimewa) dan prestise (martabat/gengsi).


stratifikasi sosial
Sumber : Google

Tujuan stratifikas sosial menurut Bruce J. Cohen adalah untuk menempatkan seseorang pada kelas sosial sesuai dengan kualitas yang dimilikinya. Selain itu, stratifikasi sosial merupakan bentuk penghargaan masyarakat terhadap prestasi atau status sosial individu. Bentuk penghargaan tersebut berdasarkan penilaian kelompok, seperti kekayaan, kekuasaan, keturunan (kehormatan), dan ilmu pengetahuan (pendidikan).

Macam-Macam Stratifikasi Sosial dan Contohnya

a. Stratifikasi sosial bersifat tertutup, yaitu stratifikasi yang tidak memungkinkan individu untuk melakukan mobilitas atau berpindah status sosial secara vertikal. Stratifikasi ini bersifat diskriminatif. Contohnya, sistem kasta di India serta pembagian kelas sosial pada masyarakat feodal dan pada zaman penjajahan Belanda.

b. Stratifikasi sosial bersifat terbuka, yaitu stratifikasi yang memungkinkan individu untuk melakukan mobilitas atau berpindah status sosial baik secara vertikal maupun horizontal. Contohnya, pemilihan presiden dalam sistem demokrasi, anak seorang petani menjadi dokter, dan anak seorang guru SD menjadi guru SMA.

c. Stratifikasi campuran, yaitu perpaduan atau kombinasi dari stratifikasi sosial tertutup dan terbuka. Contohnya, seorang yang kaya raya di desa ketika pindah ke kota belum tentu dianggap sebagai orang kaya raya, serta seorang anak presiden tidak otomatis dapat diterima sebagai pegawai negeri sipil.

Fungsi Stratifikasi Sosial

  1. Sebagai pemersatu struktur sosial dengan cara mengatur dan menyelaraskan unit-unit yang ada dalam struktur sosial.
  2. Mengatur partisipasi individu dalam kehidupan secara menyeluruh dalam suatu masyarakat. Stratifikasi sosial akan menyusun, membagi, mengatur, dan mengawasi individu ke dalam strata-strata yang ada. Setiap individu diberi kesempatan mengisi strata dan peran sosial tertentu dan menjalankannya sesuai dengan nilai dan norma yang beralku sehingga tercipta kehidupan sosial yang baik.
  3. Mengkategorikan anggota masyarakat dalam strata sosial yang ada sehingga memudahkan anggota masyarakat dalam menjalin hubungan di antara mereka. Pengkategorian ini sangat penting karena tidak semua anggota masyarakat saling mengenal satu sama lain sehingga sulit untuk menetapkan aturan tingkah laku yang akan digunakan dalam berhubungan dengan orang lain.
  4. Menjadi alat bagi masyarakat untuk mendorong individu agar menjalankan tugas dan peran sosialnya dengan baik dengan cara mendistribusikan privilese maupun prestis seperti tingkat penghasilan, kekayaan maupun wewenang.
Demikian artikel mengenai Pengertian, Macam, Contoh, dan Fungsi Stratifikasi Sosial. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas.

Comments